Menolak Normalisasi Kekerasan Terhadap Mereka Yang Bersuara : Renungan Demokrasi Bersama Secangkir Kopi
Penulis: Rabbi Fernanda Selasa, 17 Maret 2026 Terkadang demokrasi tidak direnungkan di ruang besar penuh perdebatan, tetapi justru di ruang sunyi—di meja kecil, ditemani secangkir kopi, dan percakapan panjang dengan diri sendiri. Dalam kesunyian itulah muncul pertanyaan yang jujur: apakah ruang bagi orang yang bersuara masih benar-benar aman dalam demokrasi? Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus , seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban (KontraS) Tindak Kekerasan, menghadirkan kegelisahan yang sulit diabaikan. Bukan hanya karena kekerasan itu sendiri, tetapi karena pesan yang bisa ditangkap oleh publik: bahwa mereka yang bersuara dapat menjadi sasaran. Pertanyaan yang kemudian muncul bukan lagi sekadar tentang siapa pelaku, tetapi tentang bagaimana kita, sebagai masyarakat, memaknai peristiwa tersebut. Apakah ini akan menjadi peringatan bagi siapa pun yang berani bersuara? Ataukah justru menjadi cermin bahwa ruang demokrasi perlahan mengala...